Pentingnya Peran Kepemimpinan Dalam Organisasi

01.30
Dalam kehidupan sehari-hari,  seringkali kita mengartikan  sama  antara pemimpin  dan kepemimpinan,  padahal  kedua macam  pengertian tersebut  sangatlah berbeda satu sama lain.  Pemimpin  adalah  orang  yang  tugasnya  memimpin,  sedang  kepemimpinan  adalah bakat  dan  atau sifat yang harus dimiliki seorang pemimpin.

Pemimpin dituntut untuk menciptakan hubungan personal dengan orang lain dari pada kebutuhannya sendiri, dan harus berani menerima kegagalan. Setiap pemimpin perlu menyadari bahwa untuk mewujudkan hubungan manusiawi yang efektif, maka ia perlu memiliki kemampuan memperlakukan orang lain sebagai subyek bukan objek, sebagaimana layaknya benda mati, yang dapat diperlukan sekehendak hati.

Tugas utama dari seorang pemimpin adalah mengambil keputusan. Segala sesuatu yang terjadi dalam organisasi sebaiknya adalah karena diputuskan dengan baik, bukan karena secara kebetulan terjadi atau kondisional. Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi maka semakin besar bobot dari keputusan yang diambilnya meskipun sering ke putusan tersebut bersifat umum dan kualitatif.

Istilah dalam kepemimpinan “Return On Individual” yang artinya agar pemimpin menaruh perhatian pada setiap individu yang dipimpinnya. Seorang pemimpin yang baik harus selalu memiliki pemikiran bahwa setiap orang yang ada di dalam organisasi atau perusahaan adalah penting dan spesial. Setiap individu di dalam organisasi adalah seperti emas yang berharga, dan akan terus berkilauan sebagai akibat dari pendekatan personal yang menimbulkan rasa bangga pada mereka dan merasa sangat dihargai.

Pentingnya Peran Kepemimpinan Dalam Organisasi
Pentingnya Peran Kepemimpinan Dalam Organisasi

Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki beberapa keahlian dan keterampilan khusus sehingga ia dapat mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas tertentu, demi tercapainya tujuan organisasi. Seorang pemimpin jelas harus mempunyai kekuasaan dan kewibawaan untuk mengarahkan dan membimbing bawahan. Pemimpin juga mendapatkan pengakuan serta dukungan dari bawahannya dan mampu menggerakkan bawahan kearah tujuan tertentu melalui sistem yang baik.

Definisi kepemimpinan secara luas meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok, mempengaruhi interpretasi pengorganisasian, untuk mencapai sasaran, memelihara hubungan kerjasama dan kerja kelompok dari orang-orang di luar organisasi.

Menurut teori Ekologis ada beberapa tipe kepemimpinan, yakni tipe pemimpin otokratis, tipe pemimpin militeristis, tipe pemimpin paternalistis, tipe pemimpin karismatis, dan tipe pemimpin demokratis. Dari semua tipe kepemimpinan yang ada, tipe kepemimpinan demokratis dianggap adalah tipe kepemimpinan yang terbaik. Hal ini disebabkan karena tipe kepemimpinan ini selalu mendahulukan kepentingan kelompok dibandingkan dengan kepentingan individu. Beberapa ciri dari tipe kepemimpinan demokratis adalah sebagai berikut:
  1. Dalam proses menggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah mahluk yang termulia di dunia, sehingga ia menjadi sangat menghargai orang-orang yang sedang dipimpinnya.
  2. Selalu berusaha menyelaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan kepentingan organisasi.
  3. Senang menerima saran, pendapat dan bahkan dari kritik yang membangun dari  bawahannya.
  4. Mentolerir (berujung pada memaafkan) bawahan yang membuat kesalahan dan memberikan pemahaman yang baik kepada bawahan agar jangan berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi daya kreativitas, inisiatif dan prakarsa dari bawahan.
  5. Lebih menitikberatkan kerjasama dalam mencapai tujuan.
  6. Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya.
  7. Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.
  8. Dan sebagainya.
Dari sifat-sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tipe demokratis, jelaslah bahwa tidak mudah untuk menjadi pemimpin demokratis. Tipe kepemimpinan seperti ini cukup efektif diterapkan di organisasi modern, mengingat dalam organisasi tersebut terdapat individu-individu yang berseberangan pemikiran. Sehingga kepemimpinan demokratis sanggup untuk menyatukan alias mengharmoniskan pemikiran-pemikiran yang berbeda tersebut.

Agar organisasi dapat mencapai tujuan sesuai dengan waktu yang sudah direncanakan, maka kepemimpinan ini harus melekat pada seseorang yang diberi mandat untuk memimpin organisasi. Baik pada organisasi bisnis maupun non bisnis, kepemimpinan yang kuat terbukti mempengaruhi keberhasilan suatu organisasi untuk meraih apa yang telah dituangkan dalam visi dan misi organisasi, sebuah tujuan yang berdampak positif bagi seluruh komponen yang ada di dalam organisasi.
Previous
Next Post »
0 Komentar