Puisi Untuk Sahabat - Risau

09.59

Puisi Untuk Sahabat - Risau

Puisi Untuk Sahabat

Warna yang tak lagi sama,
sejauh mata memandang,
rona raut wajah sesekali berubah,
seperti lompatan energi,
yang berpindah-pindah,
dari satu kutub ke kutub lainnya...

Gumpalan asap kayu bakar dibalik pepohonan nan rindang,
merangkak halus mencari celah,
diantara dedaunan,
yang sesekali meneteskan bulir-bulir embun,
ketika angin tlah selesai mencolek "pipinya"...

Hasrat yang kau kabarkan pada angin malam,
terdengar merdu di telinga,
merilis ke lubang pori-pori,
yang baru saja terbuka karna tubuh yang lesu,
terguyur oleh tirta hangat,
sebagai bentuk kepedulian dan ekspresi hati,
akan tanggung jawab memimpin diri sendiri...

Apalah, apalah, apalah ini ???
Aku pun smakin tak mengerti,
tatkala risau ini beranjak menggema,
mengikis keheningan jiwa,
dan ia memang tengah berkecamuk hebat,
tapi drama pengendalian rasa itu,
dapat kumainkan tanpa harus menyisakan luka...

Aku hanya khawatir,
bila risau ini kan berbuah runtuhnya "iman",
karna persahabatan menjadi sosok yang begitu arogan, apatis,
bahkan berubah acuh tak acuh,
risauku berujung pada penantian yang mendebarkan....

Baca Juga : PUISI CINTA SEDIH - LUNTUR

[Sungai Bambu; 26 Februari 2015; 10:42 WIB]
Latest
Previous
Next Post »

2 komentar

Artikel Populer Lainnya

Komentar Pengunjung Blog