Wow! - Warung Bakso Ini Banjir Pengunjung Saat Lebaran

06.39

Menikmati Kuliner Lezat Kota Purwokerto

Warung bakso menjadi salah satu target tempat-tempat yang wajib saya kunjungi di Purwokerto. Selain tempat wisata, pusat kuliner selalu menjadi tempat yang dirindukan.

Udara kota Purwokerto yang sejuk dan dingin, membuat perut jadi bergairah untuk makan. Apalagi saat turun hujan, makanan hangat nan lezat menjadi terasa sangat nikmat di lidah.

Waktu libur lebaran yang hanya sepuluh hari, membuat saya harus membagi-bagi waktu. Dengan tujuan agar semua makanan favorit bisa saya nikmati aroma dan kelezatannya.

Belum lagi agenda bertemu dengan para sahabat lama yang tidak dapat terlaksana dengan baik. Maklum, acara keluarga tentu harus didahulukan. Dan kini hanya tersisa lebih kurang 3 hari untuk merasakan suasana hening di desa.

Warung Bakso Sami Asih Banjir Pengunjung

Dana, Dira, dan Fadhil suka sekali makan bakso, sroto, dan mie ayam. Tapi, karena lokasi warung bakso yang terdekat rumah kami tak banyak, maka kami harus pergi ke kawasan kota.

Lokasi yang kami maksud adalah warung bakso dengan tempat duduk yang banyak. Plus lahan parkir yang nyaman untuk kendaraan roda empat. Meskipun pada akhirnya kami harus parkir di pinggir Jl. Pramuka Purwokerto.

Wow!. Ternyata warung bakso Sami Asih hari ini penuh sesak oleh pengunjung. Tampak barisan sepeda motor dan mobil memenuhi area parkir warung bakso ini.

Warung Bakso Sami Asih Penuh Sesak Oleh Pengunjung

Wawancara Dengan Tukang Parkir Warung Bakso Sami Asih

Sambil menunggu bakso dan sroto siap disajikan, saya sempat ngobrol sejenak dengan tukang parkir warung bakso Sami Asih. Dari hasil "wawancara", saya jadi tahu kapan warung bakso tersebut ramai pengunjung.

Menurut info dari tukang parkir, saat lebaran kali ini warung bakso Sami Asih banjir pengunjung. Terutama selama dua hari terakhir. Bahkan saat sore menjelang malam, jalanan menjadi sangat padat dan rapat. Karena saking banyaknya mobil dan sepeda motor yang parkir.

Tempat Parkir Warung Bakso Dipenuhi Kendaraan

Setelah 20 Menit, Bakso Siap Kami Santap

Hemm...20 menit kami rasa cukup lama untuk menunggu. Inilah bukti nyata bahwa warung bakso sedang ramai sekali. Namun, kami cukup terhibur karena minuman yang kami pesan cepat disajikan. Jadi sambil menunggu, menyeruput segelas es teh terasa segar dan nikmat.
Meskipun warung bakso Sami Asih ini sebenarnya mengandalkan menu bakso, tapi justru rasa menu srotolah yang lebih lezat. Sayapun jadi bertanya dalam hati, kenapa namanya nggak warung sroto saja ya? Mungkin brand warung bakso lebih menguntung dari sisi promosi usaha.

Bakso dan Sroto Siap Disantap

Jadi, kalau boleh saya memberikan skor, maka akan diperoleh hasil yang berbeda. Bintang lima untuk menu sroto, dan bintang empat untuk menu bakso. Dan untuk pelayanan terbilang memuaskan, ditambah fasilitas toilet dan mushola yang memadai. Membuat pengunjung bisa nyaman untuk berlama-lama di warung bakso ini. Salam sukses selalu!.
Previous
Next Post »

15 komentar

  1. Nyaris hampir sama di kotaku,mas.
    Tiap liburan, pasti warung kuliner rata-rata kebanjiran pengunjung.
    Terkadang malah jadi malas ikut ngantrinya dan pindah cari lokasi lainnya ☺

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe...iya Bang Himawan. Dan warung bakso itu pun salah satu dari beberapa warung bakso terlaris di Purwokerto.

      Hapus
  2. no no

    bakso dan soto adalah favorit saya
    apalagi kalo baksonya dikasih lemak, ada lontongnya

    sotonya penuh kecambah dan ceker ayam... ahhh

    kakve-santi(dot)blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap itu Sobat Affan, kuliner yang sangat lezat dan murah meriah.

      Hapus
  3. warung warung yang bersahabat dengan perut saat lebaran biasanya pada laris manis Mas...wajar saja karna pada hari itu jarang sekali warung pada buka lebih memilih mudik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Minal Aidzin wal faidzin...

      Hapus
    2. Sama-sama Sobat. Mohon maaf lahir dan batin.

      Hapus
  4. Warungnya dapat berkah krn habis lebaran orang2 sudah bosan makan rendang dan opor mululu... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe...itu pengalaman pribadi sebagian besar masyarakat Muslim Indonesia. Bahkan tak jarang pada jadi nggak doyan makan gara-gara liat opor sepanci penuh.

      Hapus
  5. aku malah nggak makan ayam lebaran ini mas eneg lihatnya semua rumah saudara pada opor ayam aku malah milih indomie

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Bang Abd Kadir Rusdi. Hampir semua rumah memasak opor ayam saat lebaran. Kalau saya cuma mau makan ketupat sama ayam kampung goreng. Rasanya memang "eneg" kalau hrs mkn opor ayam terus.

      Hapus
  6. wow mantap nih
    saking ramainya hingga harus menunggu 20 menit

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup...karena saat Libur Lebaran, Natal, dan Tahun Baru pengunjung luar kota banyak datang ke warung bakso ini.

      Hapus
  7. Beuh kalau liat sajian bakso kaya gini bikin ngiler bumil hihih,, menu bakso selalu enak yaa makanya ga pernah sepi pengunjung kalau warung bakso.. jadi pengen iiiii hihihi

    BalasHapus

Pengikut Blog Ini