Puisi - Gadis dan Bidadari Senja

20.25

Puisi - Gadis dan Bidadari Senja


Puisi - Gadis dan Bidadari Senja
Puisi - Gadis dan Bidadari Senja

Terlihat jelas dari postur tubuhnya,
ia tampak lebih anggun dan mulai berwibawa,
membelah keramaian di sebuah pusat perbelanjaan...

Namun sesaat,
terlihat gamang terpampang,
dari pandangan yang membawa angan sang gadis,
menuju sudut terjauh,
pada dinding dan sekat kaca sebuah plaza...

Ia melangkah tak tentu arah,
kadang ke barat,
kadang ke timur,
dan kadang ia sendiri pun bingung,
akan kemana kakinya melangkah?

Kucoba menahan,
gemuruh yang berkecamuk di hatinya,
tapi selalu ia jawab:
"Jangan perdulikan diriku !!!"

Kucoba melerai,
sekumpulan rusuh yang mengguncang pikirannya,
tapi selalu ia jawab:
"Jangan kasihani aku !!!"

Dan tlah kuhibahkan,
sekuntum mawar merah muda,
yang kan meredam sepi yang melukai impiannya,
maka ia pun menjawab dengan:
"Jangan pernah mencintaiku, karena aku lemah dan tak berguna !!!"

Menjelang senja,
aku pun berbisik lirih,
sembari membasuh setetes demi tetes,
yang mengukir sendu di pipiku...

Sebelum berpisah,
dengan sesak yang masih menghujat raga,
aku pun berkata:
"Aku datang bukan karena permintaan nafsuku,
dan bidadari-bidadari surga itu InsyaAllah sedang "menantiku" ..."

[Sukapura; Kamis, 24 Januari 2019; 22:37 WIB]

Sumber Gambar : www.youtube.com
Previous
Next Post »
0 Komentar

Artikel Populer Lainnya

Arsip Blog - Lihat Artikel Lainnya