Puisi - Air Mata Surga

19.21

Puisi - Air Mata Surga


Ada yang menangis,
karna rindu yang begitu menggumpal,
Ada yang menangis,
karena kekasihnya tak juga halal untuk ia sentuh,
dan aku menyebutnya dengan istilah air mata asmara....

Ada yang menangis,
demi sebuah prestise,
yang menopang bisnis trilyunan rupiah,
berpijak pada notasi-notasi abstrak,
yang mengaburkan antara fakta dan imaji,
dan aku menyebutnya dengan istilah air mata sandiwara....

Ada yang menangis,
karna anak-anaknya kelaparan,
bersama hutang yang terlanjur mendarah daging,
Ada yang menangis,
karna air, angin, api, dan tanah mengamuk tanpa jeda,
bersama puing-puing yang bersandar tak beraturan,
dan aku menyebutnya dengan istilah air mata nestapa....

Ada yang menangis,
karna terbangun dan sadar,
bahwa semua ini hanyalah senda gurau belaka,
yang berputar-putar pada permainan bengis bertabur fitnah,
Ada yang menangis,
karna penyesalan yang begitu hebat,
menetes deras bersama debu-debu tebal,
yang slama ini mengotori batinnya,
dan aku menyebutnya dengan istilah air mata surga...

Sayang,
ijinkanlah malam ini aku untuk menyendiri,
lepaskanlah sejenak genggaman jemari lentikmu,
lupakanlah sesaat perihal permadani yang empuk nan hangat,
karena malam ini aku benar-benar ingin menangis,
dan meneteskan air mata surga....

Puisi - Air Mata Surga
Puisi - Air Mata Surga

[Sungai Bambu; Senin, 05 November 2018; 10:15 WIB]

Baca Juga : PUISI - NAMAKU ADALAH JAKARTA
Previous
Next Post »

6 komentar

  1. rindu dengan surga
    sampai air mata mengalir deras
    teringat akan dosa
    yang lalu-laku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup...harus senantiasa eling dan waspada Sobat Sungai Awan.

      Hapus
  2. butuh me time untuk menangis ya kang ceritanyaa.. aduh menyayat hati dan sediih puisinyaa.. keren tapi beneran,, suka sama puisinya kang doddy.. Mantap pokoke

    BalasHapus
  3. Ada yang menangis,
    Hening pekat mengikis asa,
    Kala anaknya ingat perkataan ayahnya,
    Tentang keabadian yang maya,
    Tentang kasih sayang diputus masa,
    Sebab takdir yang selalu bertahta,
    Angkat yang tercinta menuju surga.
    Kami menyebutnya "Air Mata anak merindukan ayah"..

    01 Juli 2017 (Senin, 31 Juli 2017)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe...Mantap Sobat Wiki. Ada kelanjutannya jadinya.

      Hapus

Artikel Populer Lainnya