Peristiwa Memprihatinkan Perempuan Ini Beredar Luas Di Media Sosial

22.10
Hari ini saya dibuat terkejut (agak sedikit "ngeri") saat menyaksikan sebuah konten yang beredar luas di media sosial. Konten tersebut menampilkan aksi nekat yang dilakukan oleh seorang perempuan yang belum jelas dimana dan kapan hal tersebut terjadi. Perempuan tersebut diduga mengalami "depresi" akut sehingga ia bisa melakukan tindakan yang membuat heboh warga sekitar. Tayangan tersebut berakhir dengan hilangnya nyawa si perempuan yang nekat memanjat tiang listrik.

Berdasarkan informasi yang masih terdengar simpang siur dan belum bisa dipastikan kebenarannya, peristiwa pada tayangan tersebut terjadi di Kota Surabaya, Jawa Timur. Namun, jika didengarkan dengan seksama bahasa yang digunakan warga sekitar saat memanggil-manggil nama perempuan pemanjat tiang listrik tersebut, adalah bahasa asing (entah Mandarin atau Thailand) yang sesekali diselingi dengan bahasa Inggris.

Prihatin, Saat Melihat Tayangan  Yang Beredar Luas Di Media Sosial Ini
Prihatin, Saat Melihat Tayangan
Yang Beredar Luas Di Media Sosial Ini

Kemungkinan itu adalah tayangan ulang atau benar-benar konten baru masih perlu diverifikasi kebenarannya. Saya melihat bahwa konten seperti ini seharusnya tidak ditampilkan lagi di media sosial ataupun media penyimpan file multimedia lainnya. Semoga saja tidak ada anak-anak yang melihat tayangan kejadian yang dilakukan perempuan yang mengalami depresi tersebut.

Dan bagi Anda yang memiliki anggota keluarga yang sedang menderita "gangguan kejiwaan", rawatlah anggota keluarga tersebut dengan baik karena sesungguhnya ia juga manusia yang berhak diperlakukan sama, berhak akan perhatian dan kasih sayang, dan berhak mendapatkan dukungan dari masyarakat. Jangan biarkan saudara kita yang sedang "sakit" itu berkeliaran di tempat umum yang dapat membuat heboh masyarakat.
Previous
Next Post »

2 komentar

  1. ngeri lihatnya bang nggak biasa lihat kejadian seperti ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama Bang, saya juga ngeri. Saya heran kenapa tidak ada anggota keluarga yang mencegah atau mengawasinya? Hemm...kasihan sekali.

      Hapus

Artikel Populer Lainnya

Arsip Blog - Lihat Artikel Lainnya