Puisi - Risalah Kerinduan

07.44

Puisi - Risalah Kerinduan


Puisi - Risalah Kerinduan
Puisi - Risalah Kerinduan

Kukabarkan kepadamu,
tentang langit yang masih biru,
tentang sawah dan ladang yang masih menghijau,
sebuah isyarat yang tlah sampai,
untuk menjemput hasrat yang makin menggunung...

Aku memang begitu kesal dan kecewa,
terasa menggores kasih sayang,
yang semakin tegas menuntun cerita,
karena hari itu aku merasa,
bahwa engkau tak pernah ada,
untuk menyapaku pada sebait doa,
dan kan mampu melambungkan anganku...

Sayang...
hari ini aku tak benar-benar marah,
hanya ingin engkau mengerti,
bahwa bahagia itu tak serumit yang engkau pikirkan,
bahwa bahagia itu tak selalu mahal dan mewah,
namun kadang itu hanya kan terjadi sekali saja,
dan tak akan mungkin terulang lagi...

Sayang...
Semua ada masanya,
dan semua ada waktunya,
janganlah engkau terlena dengan hasrat sesaat,
yang terbungkus indah dengan ego dan kesombongan,
karena kita sama-sama saling membutuhkan...

Mungkin kita masih bisa menunda,
atau mungkin kita seolah-olah tak peka dan peduli,
tapi waktu tak akan pernah sudi menunggu kita...

Aku menyayangimu lebih dari yang pernah engkau tahu,
dan esok akan kubuktikan,
bahwa aku bukanlah manusia yang gemar ingkar janji,
bahkan janji-janji yang tak pernah kuungkapkan,
yang tak mungkin engkau dengar,
dan yang tak akan kurangkai,
lalu kutitipkan pada beranda maya,
itupun niscaya akan kutepati, InsyaAllah...

Sayang...
Semoga nyenyak tidurmu,
dan rinduku kan setia menanti pagimu....

[Sukapura; Rabu, 13 Februari; 22:31 WIB]
Previous
Next Post »
0 Komentar

Artikel Populer Lainnya