Puisi - Kemuning

07.24

Puisi - Kemuning


Puisi - Kemuning
Puisi - Kemuning

Kemuning...
Maafkan bila ragaku tak pernah sempurna untukmu,
dan aku hampir-hampir menyerah,
tak kuasa meruntuhkan kewibawaan sang waktu,
tuk menjawab isyarat rasa yang kau kabarkan,
lewat celoteh jangkrik di malam hari...

Kemuning...
Ketakutanku semakin menggumpal,
merintih bersama bayang-bayang syahdumu,
pada tatapan penuh sahaja namun sedikit manja,
acuhkan kehangatan yang pernah tercipta,
pada risalah yang kita rajut helai demi helai...

Kemuning...
Tak ada janji yang mampu kuabadikan,
tak ada kepastian yang dapat kubisikkan,
karna saat ini aku hanya ingin mengatakan,
betapa perih kurasakan tatkala kesepian,
tak sanggup kubungkus dengan kemesraan...

Kemuning...
Maaf bila tak dapat lagi kuhirup,
semerbak yang menari-nari licah dan sumringah,
saat rembulan mulai mendekap kesunyian,
dan bumipun mulai melepaskan sepertiga cahayanya....

[Sukapura; Minggu, 13 Maret 2016, 01:11 WIB]

Baca Juga - PUISI - MIMPI YANG SEMPURNA
Previous
Next Post »

2 komentar

  1. Wah.. Jadi rajin bikin puisi, keren mas...
    Lanjutkan...
    Duhai kemuning😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe...makasih mba Astria.
      Ya begitulah cara saya menumpahkan segenap rasa yang ada dan kadang muncul tiba-tiba.

      Hapus

Artikel Populer Lainnya

Komentar Pengunjung Blog