Ekonomi - Menikmati Recehan Dari Bisnis Kantin Sekolah

01.57 5 Comments

Menikmati Recehan Dari Bisnis Kantin Sekolah

Sekolah adalah lembaga pendidikan formal tempat generasi penerus bangsa menimba ilmu pengetahuan dan teknologi, wadah pembentukan karakter anak usia belajar untuk mengaktualisasikan potensi kemanusiaannya agar terlatih dengan baik dan kelak berguna bagi kemajuan suatu bangsa.

Di sela-sela waktu belajar anak atau peserta didik ini diberi kesempatan untuk beristirahat yang dapat mereka gunakan untuk bermain dan bercanda melepas penat serta lelah. Dan satu lagi yang sangat digemari anak-anak adalah ketika tiba waktunya untuk jajan di kantin sekolah menghabiskan uang saku yang diberikan orang tua.
Hal seperti inilah yang membuat bisnis kantin sekolah menjadi lahan bisnis yang cukup menggiurkan dan menjadi penopang ekonomi keluarga bagi warga masyarakat yang bertempat tinggal di sekitar area sekolah yang memutuskan untuk berjualan dan menjadi pedagang di kantin sekolah.

Produk yang paling laris terjual adalah makanan dan minuman baik yang diolah sendiri oleh pemilik usaha kantin sekolah, atau makanan dan minuman cepat saji yang biasa dibeli dari agen-agen snack yang lokasinya tak jauh dari sekolah.

Kisah Pedagang Yang Sukses Berjualan Di Kantin Sekolah

Seorang pedagang gorengan di kantin sekolah yang biasa dipanggil Mang Bewok adalah salah satu pemilik usaha kantin sekolah yang sudah belasan tahun menjalankan usahanya di salah satu sekolah swasta di Jakarta Utara.

Pria asal daerah Pati, Jawa Tengah ini terbilang sukses dengan aset-aset yang sukses dia miliki seperti rumah kontrakan, sawah dan kebun di kampung halamannya yang mampu ia beli dari keuntungan berjualan gorengan di kantin sekolah.

Menikmati Recehan Dari Bisnis Kantin Sekolah
Menikmati Recehan Dari Bisnis Kantin Sekolah

Pada bulan puasa, Mang Bewok tidak berjualan di kantin sekolah. Namun demikian dengan pemikiran kreatifnya ia menggantinya dengan berjualan es buah menjelang waktu berpuka puasa di pinggir Jalan Sungai Bambu Raya, Jakarta Utara.
Keuntungan dari berjualan es buah ini pun tak boleh dianggap remeh. Seringkali momen beberapa minggu ini justru memberikan keuntungan lebih banyak, meskipun durasi berjualan lebih pendek dari hari biasanya.

Meskipun Minim Resiko, Tetap Saja Ada Sedikit Kendala

Dalam menjalankan bisnis kantin sekolah ini bukan tanpa kendala. Namun kendala yang dihadapi oleh pemilik usaha kantin sekolah ini tergolong ringan dan dapat diatasi dengan mudah dengan kesepakatan dan kompromi positif sesama pedagang di kantin sekolah.

Kendala yang sering dihadapi adalah kenaikan harga makanan dan minuman ringan dari agen. Kenaikan harga ini membuat pedagang di kantin sekolah kesulitan menentukan harga yang pas dan tetap menghasilkan keuntungan. Komunikasi yang baik mutlak dilakukan dengan sesama pedagang agar tidak terjadi monopoli dalam bisnis kantin sekolah.
Selain hal tersebut, musim liburan sekolah yang cukup panjang membuat pemilik usaha kehilangan pendapatan. Karena konsumen utama dari bisnis kantin sekolah yakni anak-anak pelajar pada waktu-waktu tersebut sedang menikmati masa liburnya.

Pemilik bisnis kantin sekolah harus siap dengan jadwal rutin liburan ini agar dapur rumah tetap ngebul dengan cara menyisihkan pendapatan dari bulan-bulan sebelum liburan panjang. Dan tentu saja tetap wajib menjaga kualitas makanan yang dijual agar tidak merugikan anak-anak.

[ Sumber Gambar : goukm.id ]

Duh Senangnya Jadi Orang Indonesia

20.24 3 Comments

Alangkah Senangnya Jadi Orang Indonesia

Bagi Anda yang merasa sebagai Warga Negara Indonesia, ada satu pertanyaan yang harus Anda jawab dengan jujur. Pertanyaannya adalah...apakah Anda merasa bangga menjadi orang Indonesia? atau pertanyaan seperti : apakah Anda merasa senang menjadi orang Indonesia?

Yah, tinggal di negeri yang teramat subur dan memiliki beragam budaya seperti Indonesia seharusnya bisa membuat Anda merasa bangga, senang, atau mungkin lebih jelasnya lagi dengan mengatakan bahwa Anda merasa bahagia menjadi orang Indonesia.

Memang bahagia itu kadang masih menjadi tanda tanya. Mungkin sebagian besar dari kita salah mengartikan makna bahagia. Sehingga ketidakpahaman itulah yang membuat kita merasa bahwa hidup kita jauh dari kata bahagia.

Duh Senangnya Jadi Orang Indonesia
(Duh Senangnya Jadi Orang Indonesia)
 ~ Gambar : smpn1sepsurabaya.blogspot.com ~

Betapa melimpahnya kenikmatan, anugerah yang diberikan Sang Pencipta untuk orang-orang Indonesia. Sudah seharusnya kita sebagai makhluk Tuhan yang tinggal di bumi Indonesia merasa senang dan bangga menjadi orang Indonesia.

7 Alasan Yang Menyebabkan Kita Harus Bangga Dan Senang Menjadi Orang Indonesia

Masih belum bangga atau senang juga menjadi orang Indonesia? Untuk Anda yang merasa tidak bangga atau kurang senang menjadi orang Indonesia, Anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini yang merupakan beberapa faktor yang menjadi alasan bagi kita untuk bangga dan senang menjadi orang Indonesia. Hal-hal tersebut antara lain :


Alasan #1: Indonesia adalah negara kepulauan terbesar yang unik


Keunikan Indonesia dapat terlihat jelas di gambar peta wilayah NKRI yang kalau dinilai secara seni akan mendapatkan skor yang tinggi. Peta wilayah Indonesia terlihat sangat indah dengan komposisi pulau yang harmonis dan artistik.

Sebagai negara kepulauan yang besar, Indonesia memiliki alam yang subur yang mengandung berbagai sumber daya alam yang mampu mencukupi kebutuhan hidup seluruh warga negaranya. Ada bahan pangan, ada bahan tambang dan energi, ada keanekaragaman jenis batu akik.

Ada juga tempat-tempat yang indah dan eksotik yang menjadi destinasi wajib para wisatawan mancanegara untuk mengunjungi negara kita. Yang saya yakin semua itu adalah wujud kasih sayang Tuhan kepada penduduk Indonesia. Lantas, kenapa kita jarang bersyukur?

Alasan #2: Indonesia terdiri dari berbagai suku dan bahasa

Keberagaman suku dan bahasa ini menjadikan kehidupan warga negaranya merasa saling melengkapi dan saling berbagi hal-hal positif yang dapat mempererat persaudaraan dengan suku lain atau dengan saudara sebangsa yang bahasa ibunya berbeda satu sama lain.

Bahkan, dalam satu suku pun memiliki logat dan bahasa yang kadang berbeda satu sama lain. Hal inilah yang membuat pergaulan sehari-hari masyarakat Indonesia menjadi sangat menyenangkan. Karena kita bisa berbagi cerita yang masing-masing memiliki pesona tersendiri.

Setiap suku memiliki adat istiadat, kesenian, dan budaya yang memiliki ciri khas masing-masing yang justru semakin menyadarkan kita bahwa Indonesia atau Nusantara ini adalah sesuatu yang sangat berharga.

Alasan #3: Indonesia memiliki keberagaman kuliner yang lezat dan nikmat

Anda pernah makan pecel? Anda pernah makan sate padang? Anda pernah makan Ayam Cincane? Anda pernah makan Ayam Betutu? Anda pernah makan Ayam Taliwang? Anda pernah makan Sup Konro? Anda pernah makan Binte Biluhuta? Anda pernah makan Ikan Asar?

Atau mungkin Anda pernah makan Papeda? Hemm...jika semua jenis makanan yang sudah disebutkan tersebut pernah Anda makan semuanya, berarti Anda termasuk orang yang paling beruntung karena sudah pernah merasakan kelezatan dan kenikmatan berbagai sajian kuliner Nusantara yang aduhai rasanya.

Bukan hanya menggoyang lidah, berbagai macam makanan khas daerah di seluruh wilayah Indonesia memiliki kesamaan yakni rasanya yang kental dengan bumbu rempah-rempah yang enak dan menyehatkan. Saya berani jamin, tidak ada negara lain yang sajian kulinernya sebanyak Indonesia? 

Mau hitung-hitungan Silahkan, karena kuliner Nusantara adalah yang terbaik di dunia. Kalau nggak percaya, coba deh suruh itu bule mencicipi sambel tempe buatan simbah saya. Pasti langsung klepek-klepek deh, dengan keringat yang mengucur deras di wajah karena rasanya yang luar biasa.


Alasan #4: Harga barang dan kebutuhan pokok yang relatif masih murah di sebagian daerah

Untuk wilayah perkotaan memang harus kita akui harga-harga kebutuhan pokok relatif sama, maksudnya adalah sama mahalnya. Namun, apabila Anda membeli kebutuhan pokok di suatu daerah yang menghasilkan bahan atau barang tersebut, Anda akan mendapatkan harga yang relatif murah. Kebanyakan di desa, harga sayur sangat murah. 

Coba Anda bandingkan dengan negara-negara Eropa atau Amerika yang harga makanannya relatif lebih mahal. Anda tentu ingat bahwa di zaman sekarang ini kita masih bisa makan kenyang dan nikmat dengan harga Rp. 15.000 di warteg-warteg kesayangan kita bukan?

Alasan #5: Memiliki banyak waktu untuk bercengkerama dan bersantai

Bila orang Jepang melihat orang Indonesia, mereka pasti akan bertanya-tanya kenapa orang-orang Indonesia bisa duduk ngopi bareng sambil ngerumpi dalam waktu yang lama. Orang Jepang jarang ada yang bisa duduk berleha-leha dalam durasi yang lama.

Mereka terkenal dengan budaya gila kerja yang sangat ketat. Ini perlu kita syukuri, karena ini berarti kita masih diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk menyaksikan dan mendengarkan burung-burung yang beterbangan dan berkicau merdu di pagi hari sambil minum wedang teh atau wedang kopi dengan bonus pisang goreng bikinan emak. Nikmat sekali bukan?

Alasan #6: Orang Indonesia itu sopan dan ramah

Keramah-tamahan orang Indonesia masih dapat Anda nikmati di daerah pedesaan. Setiap Anda bertemu atau berpapasan dengan orang-orang desa mereka pasti akan menyapa atau memberi salam meski sebelumnya belum pernah bertemu.

Sikap seperti inilah yang menjadikan orang Indonesia tak tega melihat saudarnya yang sedang terkena musibah. Kalau ada tetangga atau saudara yang terkena musibah pasti akan segera memberikan pertolongan atau bantuan secara ikhlas dan sukarela.

Alasan #7: Perempuan Indonesia itu Cantik, Unik, dan Eksotis

Ini yang membuat para kaum pria di Indonesia selalu bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari. Keragaman suku membuat wajah perempuan Indonesia memiliki wajah ayu yang menarik dan membuat kesengsem para pria yang melihatnya.

Setiap daerah melahirkan rona kecantikan yang sama-sama eksotis. Semakin sering Anda mengunjungi berbagai wilayah Nusantara, Anda akan mendapati sebuah keindahan dan pesona luar biasa dari perempuan Indonesia. 

Bagaimana? Masih belum bangga atau senang juga jadi orang Indonesia? Trus kenapa masih tinggal di Indonesia? "Huss huss...pergi saja sana!" Hahahaha....

Puja Syarma - Rantau Den Pajauah Terdengar Mantap Betul

08.40 4 Comments

Puja Syarma - Rantau Den Pajauah Terdengar Mantap Betul

Satu lagu daerah yang dinyanyikan oleh Puja Syarma, penyanyi asal Aceh yang membuat saya "kesengsem setengah matek" memang terdengar mantap. Meskipun lagu ini sudah pernah dibawakan oleh beberapa penyanyi sebelumnya, namun suara Puja Syarma kali ini membuat saya terngiang-ngiang.

Boleh dibilang saya paling seneng dan bahagia saat Dek Puja (karena kebetulan saya lebih tua...hehehehe) menyanyikan lagu-lagu daerah. Sayangnya saat saya searching di Youtube, hanya sedikit lagu daerah yang dinyanyikan Dek Puja yang cantik dan baik hati ini.

Puja Syarma - Rantau Den Pajauah
Puja Syarma - Rantau Den Pajauah

Memang ada banyak lagu-lagu bernuansa religi atau lagu India yang dinyanyikan Dek Puja ini yang bisa kita dengarkan melalui website Youtube. Akan tetapi, kalau menurut analisis pribadi saya mengatakan bahwa Puja Syarma lebih pas kalau menyanyikan lagu-lagu daerah di Pulau Sumatera.

Saya yang keturunan Jawa Tengah benar-benar menantikan launchingnya video Puja Syarma dengan lagu-lagu khas daerah. Yah, minimal lagu daerah Minang dan Aceh. Saya yakin jika lagu-lagu daerah tersebut banyak dibawakan Dek Puja Syarma, akan banyak orang tertarik dan menggemarinya. Ibaratnya seperti Mas Didi Kempot yang lengket dengan lagu-lagu Campursarinya.

Rantau Den Pajauah - Kisah Asmara Yang Sangat Menyedihkan

Kalau kita perhatikan lirik lagu Rantau Den Pajauah ini memang terdengar menyedihkan. Yang saya tangkap dari lagu ini adalah kisah berakhirnya hubungan asmara antara dua insan yang saling menyayangi. Yakni salah satu dari mereka harus ikhlas menerima saat dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Disitulah kisah cinta mereka telah berakhir dan akan menjadi kenangan.

Ditambah lagi dengan keadaan bahwa keduanya terpisahkan oleh ruang dan waktu. Karena salah seorang dari mereka harus hidup nan jauh disana untuk menjemput rezeki Illahi. Jika kita yang mengalami hal ini, kita pasti akan sangat sedih dan merana.

Hemm...Mantap Betul Nih

Bahwa harapan untuk bisa hidup bersama dan membangun istana kecil telah musnah "dirampas" sang waktu. Meskipun ini merupakan wujud kepatuhan seorang anak kepada orang tuanya, namun tetap menyisakan kepiluan yang mendalam.

Disinilah kita belajar bahwa cinta dan kasih sayang adalah hal berharga yang musti disyukuri dan dijaga dengan baik. Karena diluar sana, ribuan bahkan jutaan orang merindukan Cinta yang akan membawa pada kebahagiaan hakiki.

Inilah Lirik Lagu "Rantau Den Pajauah" Yang Dinyanyikan Puja Syarma

Berikut ini adalah lirik lagu Rantau Den Pajauah yang saya kutip dari website Youtube. Bagi Sobat yang bukan dari daerah Sumatera dan sekitarnya tentu akan mengalami sedikit kesulitan. Yah, sama seperti saya yang notabene orang Purwokerto, Jawa Tengah. Kalau untuk lagi Campusari saya pasti langsung mengerti arti dan maknanya.

<<< Lirik Dan Terjemahan Lagu Minang Rantau Den Pajauah >>>

Dek harato mangko den jauh, Nak taraso tawang den tampuah
Karena harta aku jauh. Biar terasa pengalaman ku tempuh.
Hujan paneh nan denai hadang, Coitu nasib si anak dagang
Hujan panas yg kuhadang, Seperti itu nasib sianak dagang

Uda sayang tolong dangakan, Lah suratan ditangguang badan
Uda sayang tolong dengarkan. Sudah suratan ditanggung badan.

Matohari nan denai hadang, Kandak rang tuo tak mungkin den lawan
Matahari yg kuhadang. Kehendak orang tua tidak mungkin ku lawan.

Babiduak mangko badayuang, Nak jaleh jo tapian.
Bersampan maka berdayung. Biar jelas dengan tepian.
Den duduak baok bamanuang, Nak jaleh jo parasaian.
Kududuk bawa bermenung, biar jelas dengan penderitaan.

Usah uda jadikan baban, Alah jodoh jo suratan.
Jangan Abang jadikan beban, Sudah jodoh dan suratan.

Aia mato lai den tahan, Kasiah ka uda tak ka mungkin hilang.
Air mata sungguh ku tahan, Kasih ku padamu takkan mungkin hilang.

Jauh..jauh rantau denai pajauh, Jalang...jalang indak ka denai jalang.
Jauh..jauh rantau ku perjauh. Kunjungi, kunjungi tak akan aku kunjungi.

Pulang..pulang lah uda denai sayang, Maafkanlah cinto nan lah tajalin.
Pulang..pulanglah Abangku sayang, Maafkanlah cinta yang telah terjalin.

Hemm...satu pertanyaan yang ingin saya sampaikan adalah...apakah si Uda ini akan rela menyaksikan kekasih hatinya bersanding dengan orang lain di kursi pelaminan? Atau jika hal ini terjadi dalam kehidupan Sobat, apa yang akan Sobat lakukan?

Bagaimanapun juga, dalam kehidupan ini terkadang kita harus mengikhlaskan hal-hal yang mungkin sangat kita cintai, sukai, atau sayangi. Karena kadang apa yang terjadi di masa yang akan datang tidak sesuai dengan impian kita selama ini.

Namun, jangan pernah berputus asa, InsyaAllah akan ada kebaikan yang akan kita dapatkan setelah kita membuktikan bahwa kita senantiasa ikhlas dan bersyukur. Dan maafkan sayang, karena "Uda" tak akan pulang sebelum bisa membeli rumah, mobil, dan memberangkatkan emak naik haji. Semoga "Adek" bahagia hidup bersama dengannya.

[ Sumber: Youtube.com ]

Blog Juragan Cipir Sudah Bisa Diakses Kembali

08.25 5 Comments

Blog Juragan Cipir Sudah Bisa Diakses Kembali

Saya bersyukur karena malam ini saya sudah bisa mengakses kembali blog Juragan Cipir. Padahal tadi pagi saya lihat blognya mba Indri tersebut belum bisa dibuka. Ada juga beberapa Sobat Blogger yang bertanya-tanya ada apa dengan blog Juragan Cipir?

Tapi rasa penasaran tersebut terjawab sudah malam ini. Mungkin saja blog tersebut sedang terjadi perawatan di sisi server. Dan kekhawatiran kita bahwa blog Juragan Cipir akan hilang dari peredaran tidak terjadi. Semoga saja blog tersebut bisa aktif kembali seperti dulu lagi.

Blog Juragan Cipir Sudah Bisa Diakses Kembali
Blog Juragan Cipir Sudah Bisa Diakses Kembali

Dengan bisa kembali mengakses blog Juragan Cipir, sudah cukup mengobati kerinduan kita kepada sang empunya blog tersebut. Saya rasa masih banyak Sobat Blogger yang kangen dan merindukan sosok mba Indri yang dulu selalu memberikan support, semangat kepada kita semua. Karena benar-benar memulai aktifitas ngeblog dari NOL, mba Indri selalu jadi panutan.

Semoga saja masalah tidak bisa diaksesnya blog Juragan Cipir selama beberapa waktu ini tidak akan terulang lagi di kemudian hari. Harapan saya tentu saja adalah agar mba Indri kembali menyapa kita dengan artikel-artikel barunya yang selalu renyah, ramah, dan bersahabat.

Simpan Rasa Penasaran Kita, Dengan Tetap Aktif Ngeblog

Ini adalah hal yang tak bisa kita tutup-tutupin. Bahwa masih terbesit rasa penasaran dan kepo, apa yang sebenarnya terjadi dengan blog Juragan Cipir? Apakah mba Indri masih aktif tetapi dengan cara berada di belakang layar? Atau jangan-jangan mba Indri sudah punya puluhan blog bule yang tidak diketahui alias dilacak keberadaannya oleh kita semua? Hehehe...

Bagaimanapun juga, simpanlah rasa penasaran dan kepo itu dengan tetap aktif ngeblog. Karena bagi saya, nasihat-nasihat yang pernah diberikan mba Indri selalu saya ingat. Tentu saja akan saya terapkan pada blog ini agar bisa meraih apa yang saya impikan. Terima kasih mba Indri karena pernah mengisi hari-hari kami dengan tips dan support yang luar biasa.

Anak Jakarta Punya Cerita - Bagian 1

08.51 4 Comments

Anak Jakarta Punya Cerita - Bagian 1

Anak Jakarta Punya Cerita adalah satu tema artikel yang ingin saya tuliskan. Sebagai bentuk atau katakanlah pengamatan sederhana yang sering saya lakukan terhadap kehidupan anak-anak Jakarta. Sebagai seorang tenaga pendidik di salah satu sekolah swasta di Jakarta Utara, membuat saya setiap saat berhubungan langsung dengan kehidupan anak-anak Jakarta khususnya yang bermukim di wilayah Jakarta Utara.

Karena saya mengajar di dua jenjang pendidikan sekaligus, yakni SMP dan SMK. Hal itu membuat saya memiliki "sample" yang terbilang lengkap jika dipandang dari sudut penelitian ilmiah. Sehingga saya memiliki semacam kesimpulan yang InsyaAllah 99 persen mendekati kenyataan sebenarnya dari kehidupan anak-anak Jakarta yang saya maksudkan.

Anak Jakarta Punya Cerita - Bagian 1
Warga Kolong Tol Di Penjaringan, Jakarta Utara

Bukanlah bermaksud untuk memberikan stigma "tidak baik" kepada sebagian anak-anak Jakarta yang akan saya ceritakan. Tetapi lebih kepada membangun kesadaran bersama. Bahwa kita tidak boleh tinggal diam dan membiarkan anak-anak Jakarta tumbuh berkembang tidak baik. Atau tidak seperti yang kita harapkan selama ini. Karena bagaimanapun juga mereka adalah calon-calon pemimpin bangsa yang akan turut serta mewarnai dan mempengaruhi maju-mundurnya sebuah peradaban di Nusantara tercinta ini.

Berawal Dari Rumah Tempat Tinggal Keluarga

Tidak semua anak-anak Jakarta yang beruntung. Yakni orang tua yang punya tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman bagi mereka. Rumah adalah hal yang terbilang mewah, sangat berharga bagi penduduk Jakarta. Dan harga rumah di Jakarta rata-rata berada diluar jangkauan penduduk Jakarta, jika ingin membelinya.

Sebagai gantinya, maka orang tua anak akan mengontrak rumah. Kadang ada satu keluarga yang dari orang tua, anak, sampai cucu-cucunya seumur hidup harus tinggal dengan cara mengontrak. Hal ini sebagai akibat dari mahalnya biaya hidup di Ibukota, ditambah lagi dengan kenyataan pahit bahwa orang tua belum bisa keluar dari permasalahan ekonomi.

Ada satu solusi untuk memiliki rumah. Yakni dengan membeli melalui fasilitas Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), terutama untuk KPR subsidi dengan cicilan yang terbilang ringan. Dan lokasi perumahan ini memang agak sedikit jauh dari Ibukota, yakni berada di wilayah Bekasi, Cikarang, atau wilayah lainnya di Provinsi Jawa Barat.

Resikonya, anggota keluarga harus mengikhlaskan waktu tempuh perjalanan yang lebih lama. Jika tidak tahan, maka kemacetan lalu lintas akan membuat kita frustasi. Terutama pada jam-jam pulang kerja dimana kondisi lalu lintas sedang macet parah. Namun, jika ikhlas dan terbiasa, maka ini dapat menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga.

Kenyataan Pahit Hidup Sebagai Tunawisma

Sebuah kenyataan pahit yang harus dialami sebagian penduduk Jakarta adalah bahwa mereka terpaksa harus tinggal di tempat-tempat yang peruntukkannya sebenarnya bukan untuk rumah tempat tinggal. Ini adalah satu-satunya pilihan hidup yang harus diambil karena kondisi perekonomian keluarga yang terbilang tidak mampu.

Jangankan untuk mengontrak rumah. Untuk makan sehari-hari pun sebagian warga Jakarta berusaha semampunya mengais rezeki, meski penghasilan harian kadang datang dengan tidak pasti. Apapun itu asalkan halal dan tidak merugikan orang lain.

Dengan resiko penggusuran atau pengusiran yang bisa sewaktu-waktu terjadi, mereka beranikan diri mendirikan bangunan non-permanen di tempat-tempat seperti kolong tol, dibawah jembatan layang, di pinggiran kali. Tentu saja keselamatan anggota keluarga sering dipertaruhkan.

Dan diluar sana orang-orang "kaya" menyebut tempat tinggal mereka dengan istilah "gubuk-gubuk liar". Sebuah julukan menyakitkan jika mengingat bahwa sesama manusia itu harus saling mengerti dan memahami. [Bersambung .... ]

Sumber Gambar : megapolitan.kompas.com

Mas Timon - Menulis Itu Pekerjaan Yang Menyenangkan

08.27 8 Comments

Mas Timon - Menulis Itu Adalah Pekerjaan Yang Menyenangkan

Mas Timon mengatakan bahwa menulis itu adalah sebuah pekerjaan yang menyenangkan. Jika dilakukan dengan rasa ikhlas dan penuh semangat. Kalimat bijak tersebut saya baca dari satus Instagramnya Mas Timon Adiyoso pada tanggal 12 Januari 2019.

Saya kebetulan salah seorang pengguna aplikasi Instagram yang cukup aktif. Terutama dalam urusan posting foto tentang aktifitas yang saya lakukan baik di tempat kerja, maupun di tempat wisata. Instagram saya akui sangat bagus dan cepat saat kita ingin update gambar maupun foto sebagai media penyimpanan alternatif. Yah, buat jaga-jaga kalau suatu saat gadget kita nge-hang ataupun pura-pura rusak agar minta diganti yang baru...hehehe.

Mas Timon - Menulis Itu Pekerjaan Yang Menyenangkan
Mas Timon - Menulis Itu Pekerjaan Yang Menyenangkan

Nah, gambar yang saya pajang di artikel ini saya ambil dari akun Instagram beliau @timon_adiyoso. Hehehe...mohon ijin ya Mas Timon, gambarnya saya tempel di artikel ini. Dan terus terang kalimat bijak yang Mas Timon tulis tersebut telah memberikan semangat tambahan bagi saya. Semacam Mood Booster yang mampu membakar spirit saya untuk giat kembali dalam menulis artikel.

Dalam gambar tersebut Mas Timon melakukan aktifitas menulis ditemani secangkir kopi susu dan roti gepeng coklat. Hemm...dunia terasa indah dan nikmat saat kita melihat sang master memposting gambar itu di akun Instagramnya. Makasih Mas Timon atas inspirasinya.

Menulis Harus Dilakukan Dengan Rasa Ikhlas Dan Penuh Semangat

Menurut Mas Timon menulis itu adalah sebuah pekerjaan. Disini kita bisa mendapatkan gambaran bahwa niat kita saat menulis artikel harus diperbaiki kembali. Jika Sobat berniat bahwa menulis sebagai sebuah pekerjaan, maka niscaya akan ada hasil yang setimpal dengan usaha Sobat. Namun, janganlah kita menulis karena hanya ingin iseng-iseng saja memanfaatkan waktu luang.

Rasa ikhlas yang dimaksud oleh Mas Timon dalam pemahaman saya adalah sebagai berikut. Bahwa saat menulis dan sesudahnya kita tidak perlu ambil pusing, tentang apakah tulisan kita itu akan menghasilkan uang yang banyak. Atau tulisan kita akan langsung disukai ribuan pengunjung blog. Menulislah tanpa beban namun tetap memperhatikan kualitas tulisan.

Dan semangat merupakan kunci utama agar mood kita untuk menulis artikel tetap terjaga. Bahkan, Mas Timon memperlakukan jam kerja khusus secara rutin untuk merawat blognya seperti layaknya sebuah pekerjaan yang dilakukan secara profesional.

Awalnya Begitu Sulit, Namun Akhirnya Menjadi Terbiasa Dan Bisa

Sebagian besar dari Sobat tentu pernah merasakan momen-momen dimana kita merasa ogah-ogahan dalam menulis artikel. Padahal kita tahu bahwa menulis artikel bisa menambah penghasilan. Dan kita juga menyadari bahwa menulis banyak melahirkan banyak manfaat non materi bagi pelakunya.

Saya pun sering merasakan hal yang demikian. Tentu saja ini membuat saya kadang merasa kesal dengan diri sendiri. Lha wong yang (maaf) tuna netra saja bisa menulis, masa saya yang masih dianugerahi penglihatan dan tangan yang sehat malah jadi males-malesan?

Baca Juga : 20 Artikel Dalam Sehari - Are You Ready?

Pertanyaan itulah yang kadang terus saya ucapkan agar semangat dalam diri ini tidak kendor di tengah jalan. Apapun itu, hambatan-hambatan dalam menulis artikel bisa kita atasi dengan memperbaiki niat. Dan seperti yang disampaikan Mas Timon, kita musti menulis dengan ikhlas dan penuh semangat. Semoga menulis menjadi pekerjaan yang menyenangkan bagi kita semua. Salam sukses dan mulia!.

Puisi - Kemuning

07.24 2 Comments

Puisi - Kemuning


Puisi - Kemuning
Puisi - Kemuning

Kemuning...
Maafkan bila ragaku tak pernah sempurna untukmu,
dan aku hampir-hampir menyerah,
tak kuasa meruntuhkan kewibawaan sang waktu,
tuk menjawab isyarat rasa yang kau kabarkan,
lewat celoteh jangkrik di malam hari...

Kemuning...
Ketakutanku semakin menggumpal,
merintih bersama bayang-bayang syahdumu,
pada tatapan penuh sahaja namun sedikit manja,
acuhkan kehangatan yang pernah tercipta,
pada risalah yang kita rajut helai demi helai...

Kemuning...
Tak ada janji yang mampu kuabadikan,
tak ada kepastian yang dapat kubisikkan,
karna saat ini aku hanya ingin mengatakan,
betapa perih kurasakan tatkala kesepian,
tak sanggup kubungkus dengan kemesraan...

Kemuning...
Maaf bila tak dapat lagi kuhirup,
semerbak yang menari-nari licah dan sumringah,
saat rembulan mulai mendekap kesunyian,
dan bumipun mulai melepaskan sepertiga cahayanya....

[Sukapura; Minggu, 13 Maret 2016, 01:11 WIB]

Baca Juga - PUISI - MIMPI YANG SEMPURNA

Puisi - Jiwa Belia

07.07 Add Comment

Puisi - Jiwa Belia


Puisi - Jiwa Belia
Puisi - Jiwa Belia

Wahai Jiwa Belia...
mari sejenak kita menari bersama secangkir kopi,
syukuri udara pagi yang meraba kegelisahanmu,
mematri setiap kehendak "liarmu",
lunturkan gejolak "hangat" yang menyayat semangat...

Wahai Jiwa Belia...
pernah kubercerita,
tentang Jakarta yang sedikit beringas di malam hari,
dan sedikit rakus di siang hari...

Yah,
kadang Jakarta berubah sangat arogan,
sampai-sampai ia lupa,
siapa teman,
siapa sahabat,
bahkan siapa keluarga,
tempat tumbuh dan kembangnya,
kualitas cinta dan kasih sayang terbaik...

Wahai Jiwa Belia...
ada masa lalu dan ada masa depan,
dan yang kan tersisa mungkin hanya sesaat saja...

Wahai Jiwa Belia...
tak ingin lagi kudengar,
kisah wajah dalam cengkeraman angkara,
diremuk sang waktu,
lebur dalam episode usang yang tak layak cetak...

Wahai Jiwa Belia,
apa yang engkau cari ?

[Sungai Bambu, 11 Desember 2015, 15:07 WIB]

Baca Juga : PUISI - MOOD BOOSTER
Baca Juga : PUISI - PUJANGGA MAYA
Baca Juga : PUISI - KISAH DIBALIK DUA POTONG PISANG

Puisi - Senja Di Atrium Plaza

07.49 2 Comments

Puisi - Senja Di Atrium Plaza


Puisi - Senja Di Atrium Plaza
Puisi - Senja Di Atrium Plaza

Aku begitu merindukanmu,
tapi entahlah denganmu,
dan aku pun amat menyayangimu,
tapi tak pernah benar-benar bisa kupahami,
kisah seperti apakah yang engkau impikan...

Hampir separuh rahasia besar dalam hidupku,
hal istimewa yang mungkin saja sedang dicari jutaan manusia,
tlah kuhibahkan untuk menjaga dan melindungimu...

Hanya pada gedung-gedung pencakar langit,
yang berdiri gagah di Jalan Dr. Wahidin sajalah,
kutitipkan sebait aksara tentang kerinduan...

Hanya pada pedagang-pedagang kaki lima,
yang berjuang mengais berkah di Jalan Gunung Sahari sajalah,
kubisikkan sekuntum tembang tentang kasih sayang...

Senja di Atrium Plaza,
menjadi saksi hidup dan bisu,
bahwa cinta, kesabaran, dan keikhlasan,
adalah mata rantai yang tak boleh putus satu sama lain...

Kini kuhanya ingin berpacu dengan waktu,
agar logika dan rasa tak saling beradu domba,
sehingga senja tak lagi resah dan muram....

[Jakarta; Sabtu, 12 Januari 2019; 10:41 WIB]

Baca Juga : PUISI - PUJANGGA MAYA
Baca Juga : PUISI - SELFI
Baca Juga : PUISI - CURHAT SANG DUKUN
Baca Juga : PUISI - KERETA TIBA PUKUL 11.55

Puisi - Selfi

18.46 4 Comments

Puisi - Selfi


Puisi - Selfi
Puisi - Selfi

Selfi kembali tersenyum,
merapikan mahkota terharum di desa,
menempel basah pada lesung pipitnya,
sebuah pesona yang memikat pemuda-pemuda desa...

Serombongan gadis belia datang,
bersama rindu yang tak sabar melepas sayapnya,
Ya benar!...
sepuluh tahun silam mereka adalah bidadari-bidadari mungil,
yang terpaksa mengotori kerudung pemberian emaknya,
dengan ingus yang menetes,
sambil terbata-bata melantunkan lafal a lif ba ta...

Hari ini ada yang berbeda,
sahabat yang dulu malu setiap bertatap mata dengan pria,
kini tampil modis,
centil,
dengan cekikik tawa yang memekak telinga...

Berkali-kali mereka memanggil namanya...
"Ayo...selfi dulu mumpung di desa!",
tapi tak satupun yang bergegas menyambangi kembang desa ini...
Aneh rasanya,
tak ada salam yang dulu menjadi ramuan wajib,
dan pantang tuk diabaikan...

Selfi semakin bingung dan heran,
bukan kabar berita yang mereka berikan,
tapi...mereka terus berkata:
"Ayo! selfi dulu guys..."

Baca Juga : PUISI - MOOD BOOSTER

Puisi - Pujangga Maya

18.23 2 Comments

Puisi - Pujangga Maya


Puisi - Pujangga Maya
Puisi - Pujangga Maya

Inilah kisah Si Pujangga Maya,
yang tak pernah lelah melukis cerita,
kabarkan untaian fenomena dan peristiwa...

Kadang ia puisikan kerinduan hatinya,
terangkai indah dalam susunan kata yang menggebu-gebu,
dan terbungkus rapi dalam ilustrasi emosi yang berapi-api...

Apa yang terungkap dari pikiran dan perasaannya,
adalah anugerah sang Pencipta,
yang tak mungkin ia sembunyikan,
meski nurani dan nafsu sedang berkecamuk dalam jiwanya...

Pujangga Maya akan terus bercerita,
menggapai makna sejati,
menguak tabir dan melestarikan eksistensi diri,
yang terselubung dalam gugusan misteri...

Pujangga Maya tak akan pernah bergeming,
atas pujian atau cacian yang datang bertubi-tubi,
yang sejenak memaksa langkah untuk berhenti...

Pujangga Maya merasa resah dengan pertanyaan yang menggoda malam berujung sepi...
Ia gelisah dengan satu pertanyaan yang berbisik mesra:
"Siapakah gerangan diriku ini?"
"Who am I?"

Pujangga Maya akan terus berlari,
mengejar jawaban dalam pesona ketidakpastian...

Baca Juga : PUISI - AIR MATA SURGA
Baca Juga : PUISI - MOOD BOOSTER

Bromo - I'm Falling In Love With You

18.35 10 Comments

Bromo - I'm Falling In Love With You

Tak Kenal Maka Tak Sayang. Demikian bunyi pepatah lama yang sering diungkapkan pada berbagai event yang dilaksanakan manusia dari zaman ke zaman. Memang adakalanya rasa suka, sayang atau orang bilang love, membutuhkan waktu dan penyesuaian tertentu agar ia bisa tumbuh, bersemi, atau mekar mewangi sepanjang hari.

Kendaraan Wisata Khas Di Bromo
Kendaraan Wisata Khas Di Bromo

Namun, adakalanya rasa suka itu bisa datang tak diantar, dan pulang ga mau pulang...hehehe. Atau lebih tepatnya jatuh cinta pada kesan pertama, jatuh cinta pada pandangan pertama yang begitu memikat hati kita. Jatuh cinta pada pandangan pertama memang dahsyat rasanya. Ada getaran-getaran luar biasa yang membuat hati kita merasa dag dig dug serrrr.

Nah, kali ini bukanlah seorang perempuan yang telah membuat saya jatuh hati. Tapi ia adalah ciptaan Tuhan yang berwujud pegunungan. Namanya adalah Bromo. Suatu tempat yang sangat romantis di daerah Jawa Timur, yang merupakan irisan atau pertemuan beberapa kabupaten di Jawa Timur.

Bromo - It's Rally Time

Pagi dini hari sebelum Subuh para wisatawan yang akan mengunjungi Bromo akan diangkut menggunakan kendaraan ber-cc besar yang sebagian besar bermerk Toyota. Ada juga beberapa travel yang menggunakan minibus ELF yang kuat bermanuver di tanjakan tinggi. Mengingat jalanan aspal menuju Bromo cukup memicu adrenalin.

So Pasti kita akan mengalami perjalanan darat dengan nuansa yang sangat mengasyikkan. Seperti sedang mengikuti kejuaraan Rally internasional. Di sepanjang jalanan kecil berliku, beberapa kendaraan berjenis "Jeep" tampak tak mau mengalah satu sama lain. Suara mesin yang meraung-raung telah memecah kesunyian, bersama dingin yang semakin menusuk tulang.

Yeach...It's Rally Time

Bagi Sobat yang beragama Islam jangan khawatir. Ada sebuah Masjid yang cukup memadai untuk melaksanakan ibadah Salat Subuh secara berjamaah. Artinya Sobat bisa tetap menikmati dan mensyukuri karunia Tuhan tanpa harus meninggalkan kewajiban.

Sayangnya saya tidak bisa merekam dengan jelas perjalanan pagi dini hari. Hal itu karena saat berangkat saya duduk di tengah, sehingga sangat sulit untuk menggunakan gadget untuk mengabadikan momen indah tersebut. Sebagai gantinya, Alhamdulillah saya sempatkan untuk merekam singkat perjalanan meninggalkan kawasan Bromo. Hemm...Bromo, I'm Really Falling In Love With You.

Puisi - Mood Booster

08.33 6 Comments

Puisi - Mood Booster


Puisi - Mood Booster
Puisi - Mood Booster

Sejenak langit berubah menjadi gelap,
nun jauh disana terdengar gemuruh bersama kilat,
hingga semua menjadi dingin dan basah ...

Tepat pukul sembilan,
dan bocah lucu itu pun terpeleset jauh,
mengundang tawa dan iba teman-teman sekelasnya ...

Sapa manisku berlanjut hingga hari menjelang siang,
menemani desir yang setia menemani,
sampai adzan Duhur memanggil,
menuntun rasa pada lintasan yang tak mudah bimbang dan goyah ...

Sebaris tanyamu menguji kejujuranku,
menusuk tajam bersama ngilu yang menjajah tulang,
merobek-robek partikel-partikel kecil dalam darah dan dagingku ...

Sebaris tanyamu membuat otak sadarku berhenti dan tertegun,
memaksa otak bawah sadarku untuk berteriak,
kemudian akupun menjadi malu dan kecewa,
bahwa aku belum mampu memberikan yang terbaik,
untuk wajah-wajah yang kusayangi ...

Sebaris tanyamu tlah meluruhkan lelahku,
singkirkan lumpur-lumpur yang memberatkan langkah kakiku,
membakar gairahku yang semakin membara ...

Lalu kujawab:
"Ijinkan aku untuk mengukir senyummu sekali lagi sayang...".

[ Sukapura; Rabu, 9 Januari 2018; 10:59 WIB ]

Pagi Yang Cerah Di Gunung Bromo

18.02 9 Comments

Pagi Yang Cerah Di Gunung Bromo

"Mau kemana ???, Bromo". Demikian bunyi salah satu iklan dari portal travelling yang sering kita dengar dan hampir tiap saat nongol di beberapa stasiun televisi nasional. Sepertinya Bromo menjadi salah satu destinasi wisata yang sangat menarik. Adalah suatu kebahagiaan yang sangat luar biasa saat kita berhasil menginjakkan kaki untuk yang pertama kali di Gunung Bromo.

Alhamdulillah. Seperti mimpi rasanya. Sebelumnya saya sama sekali tidak pernah membayangkan bahwa saya akan bisa sampai di Bromo yang menjadi ikon wisata terkenal di Provinsi Jawa Timur. Sebuah pengalaman yang tentu saja tak akan pernah terlupakan. Saat kita bisa menikmati kesejukkan dan keindahan alam Bromo, sebuah kenikmatan yang dianugerahkan Sang Pencipta untuk para makhluk-Nya.

Pagi itu, Rabu, 26 Desember 2018, saya dan rombongan rekan-rekan guru berangkat dari Jakarta Utara untuk melaksanakan kegiatan Tour Gathering dengan tujuan utama ke Gunung Bromo dan beberapa obyek wisata di daerah Malang, Jawa Timur. Dengan mengendarai Bus Pariwisata milik perusahaan travel Diamond Holiday, kami melewati jalur Pantura yang Alhamdulillah sudah bisa ditempuh melalui jalan Tol yang sangat panjang.

Kondisi lalu lintas yang cukup lengang, membuat kami memutuskan untuk rehat dalam waktu yang lama. Dengan tujuan agar tidak terlalu cepat sampai. Karena lalu lintas yang lancar, kami bisa tiba lebih cepat dari waktu yang tertera dalam jadwal.

Asyiknya Berkuda di Bromo
Asyiknya Berkuda di Bromo

Impian Terwujud, Naik Kuda Di Bromo

Jujur dan terus terang saya akui. Bahwa seumur hidup saya belum pernah merasakan enaknya naik kuda. Beberapa bulan sebelumnya saya pernah gagal naik kuda di D'Runch Bandung. Hal ini karena orang yang diperbolehkan menunggang kuda disana harus memiliki berat badan maksimal 80 kg. Hahaha...dan rasanya Sobat bisa menebak berapa berat badan saya sesungguhnya.

Alhamdulillah. Kuda-kuda yang disewakan di Bromo terlihat lebih tangguh. Bahkan, sang pemilik kuda pun menceritakan: "Jangankan sampeyan Mas, bule-bule yang bodynya gede-gede saja bisa nunggang ini kuda." Dan sayapun jadi makin mantap dalam menunggang kuda.


Rasa deg-degan saat pertama menaiki punggung kuda tidak bisa saya tutup-tutupin. Namun, pelan namun pasti saya akhirnya bisa tersenyum. Saya pun bisa tertawa saat seorang wanita menjerit-jerit saat sedang menunggang kuda. Ini adalah pengalaman yang luar biasa. Hemm...mungkin suatu saat jika ada uang lebih, saya akan membeli kuda pribadi...hehehehe.

Sejuknya Pagi Di Bromo
Sejuknya Pagi Di Bromo

Ada satu keasyikkan yang bisa kita rasakan saat berwisata ke Bromo. Pagi dini hari sebelum waktu Subuh kita akan diantar oleh minibus atau kendaraan jeep-jeep Toyota yang memiliki tenaga diatas 3000 cc. Rasanya seperti sedang mengikuti kejuaraan rally internasional. Beberapa buah Jeep tampak saling salip-menyalip. Suara mesin jeep meraung-raung di tengah udara dingin yang menusuk-nusuk tulang.

Bromo memang eksotis dan sangat menarik. Rasanya suatu saat ingin mengunjungi kembali tempat ini. Dan saya juga tak sabar ingin mencicipi kembali, semangkuk bakso malang yang dijual di Bromo. Cita rasanya benar-benar mantul. Dan jika kembali lagi ke tempat ini lagi, semoga Bromo tetap tenang dan tak bergemuruh...Aamin.

Artikel Populer Lainnya