Puisi - Namaku Adalah Jakarta

06.39

Puisi - Namaku Adalah Jakarta

Puisi - Namaku Adalah Jakarta
Puisi - Namaku Adalah Jakarta

Namaku adalah Jakarta,
terlahir dari tetesan darah para pejuang,
tercipta dari hasrat-hasrat yang tak pernah berhenti bergolak,
hingga aku terpaksa melihat dunia dengan dua pasang mata,
ambisi dan cita-cita mulia....

Jutaan nyawa mencoba paksa,
merangkul aku dengan senyum getir mereka,
bak seorang budak yang tengah bersimpuh dihadapan sang raja...

Jutaan wajah murung pun setengah memuja,
seolah-olah mereka lupa,
bahwa aku bukanlah tempat sejati untuk kembali,
bagai seorang santri yang terpisah dari hafalan "kitab-kitabnya"....

Namaku adalah Jakarta,
terlahir dari tangisan dan doa para syuhada,
yang tulus melepas malam-malam pertama mereka,
dan ikhlas meninggalkan "wangi surga",
yang menempel lembut pada busana pengantin mereka....

Dari jauh aku tampak gemerlap dan megah,
namun saat kalian semakin mendekat,
maka jangan harap aku,
akan memberikan senyuman yang indah,
sekali-kali tidak !!!

Hanya pada mereka yang imannya setebal baja,
dan hanya pada mereka yang memiliki bola mata sebening mutiara sajalah,
akan kutitipkan sajak-sajak kemenangan....

[Sukapura; Minggu, 04 November 2018; 21:28 WIB]

Baca Juga : PUISI - MURIDKU SEORANG BIDUAN
Baca Juga : PUISI - MIMPI YANG SEMPURNA
Baca Juga : PUISI - KERETA TIBA PUKUL 11.55
Baca Juga : PUISI - BIANGLALA, SATU SENYUMAN PENGHAPUS LUKA
Previous
Next Post »

5 komentar

  1. Jakarta hanya indah dipandang dari nun jauh disana. Jika didekati dan dihampiri, serem pokoknya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pokoknya "pedih" hidup di Jakarta. Apalagi kalau lagi nggak megang uang...makin pedih.

      Hapus
  2. Jakarta, saya taunya cuma katanya. Hanya pernah singgah belum pernah tinggal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba Anggun. Tinggal di Jakarta harus kuat, tegar, sabar, dan cerdas. Kalau enggak kita yg akan "tenggelam" ditelan waktu...hehehe

      Hapus
  3. Jakarta keliatannya asik, kalau udah sampe sana panasnya ga ketulungan kang ampunn.. gag kuatt

    BalasHapus

Artikel Populer Lainnya