Sepi Dalam Keramaian - Pernahkah Kau Merasa?

01.53
Sepi dalam keramaian, pernahkah kau merasa? Ini adalah sebuah pertanyaan bernada "sedih" dari seseorang untuk mencari tahu apakah manusia lainnya juga pernah mengalami "sekuntum" rasa yang sedang dialaminya. Ia benar-benar ingin melihat bukti bahwa apa yang sedang dirasakannya adalah hal "manusiawi" yang sering dialami manusia.

Meskipun seseorang sedang berada di kerumunan banyak orang, meskipun ia sedang berkumpul dan bercengkerama bersama keluarga, namun sering ia mengalami perasaan sepi seolah tidak ada apa-apa yang "eksis" disekitar dirinya. Situasi seramai apapun tak akan pernah bisa mengobati perasaan sepi yang seperti ini. Jujur saya kadang merasakan hal seperti ini.

Lalu hal apakah yang bisa kita lakukan untuk mengatasi situasi semacam ini? Jawaban yang sudah lama saya cari-cari ini akhirnya saya temukan benang merahnya. Saya memberikan istilah untuk orang yang mengalami perasaan sepi meskipun ia berada dalam keramaian dengan sebutan "silent hole syndrom" atau sindrom lubang sunyi (penamaan ini adalah inisiatif saya pribadi, mohon maaf apabila belum sesuai dengan kaidah pengetahuan yang berlaku). Kata lubang menunjukkan sebuah ruang yang jarang dijamah / diisi yang kedalamannya tidak dapat diukur dengan alat ukur apapun. Sebuah ruang "multidimensi" rahasia yang terdapat pada diri manusia.

Sepi Dalam Keramaian - Pernahkah Kau Merasa?

Menurut para pakar filsafat religi, menuturkan bahwa dalam diri manusia terdapat sebuah "ruang" atau "lubang" atau "lorong" yang akan menyebabkan seseorang merasa sangat kesepian jika ruang tersebut kosong sama sekali. Ruang / lubang tersebut harus dimanfaatkan oleh manusia untuk "berkomunikasi" dengan Tuhannya.

Lalu apa yang dapat mengisi ruang tersebut? Ruang tersebut akan terisi dengan semacam "cahaya hangat" yang didatangkan melalui kegiatan ibadah sesuai agamanya masing-masing. Intinya manusia disaat dirinya merasa kesepian, maka ia harus segera ingat akan Tuhannya. Ingat akan siapakah sosok dirinya sebenarnya.


Sayangnya banyak orang terkenal yang mengobati "silent hole syndrome" ini dengan hal-hal yang merusak dirinya seperti narkoba, minuman keras, dan lain sebagainya. Ada juga yang karena makin frustasi dan merasa dirinya tak berguna, akhirnya ia melakukan bunuh diri. Sungguh sangat disayangkan.

Dengan selalu ingat kepada Sang Pecipta niscaya "silent hole syndrome" tadi akan hilang dan berganti dengan rasa optimis dan percaya diri. Karena hanya Tuhanlah yang bisa membuat manusia merasa bahagia seutuhnya. Ini menunjukkan pada kita sebagai manusia untuk selalu "mengakui" keagungan Ilahi, karena apa yang dimilikinya saat ini seringkali tak bisa menolongnya dalam keadaan susah ataupun kesepian. Semoga bermanfaat.
Previous
Next Post »

10 komentar

  1. Silent hold syndrome istilah baru bngat buatku, tapi jujur gak pernh merasa sepi klo dlm keramaian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang tidak semua orang pernah merasakan hal yang demikian, tapi kondisi jenuh dan lelah orang akan sering merasakan sepi. Saat dimana ia merasa tidak ada yang bisa membuat ia bahagia kecuali dengan mengingat Tuhannya.

      Hapus
  2. Pernah aku mengalaminya 😒
    Bisa mendadak tiba-tiba merasa "kecil", ngga ada artinya apa-apa dan merasa sangat sepi ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu "tanda-tanda" bahwa Tuhan sayang dan ingin "berkomunikasi" dengan hamba-Nya. Yang penting dimanapun berada selalu ingat akan diri kita sebagai makhluk ciptaan Tuhan.

      Hapus
    2. Amin...
      Tuhan sering memberikan tanda seperti itu tandanya sayang ya,mas.

      Salam,
      Tuhan memberkati kita semua.

      Hapus
    3. Siip Bang Himawan, semoga sukses selalu.

      Hapus
  3. wah jadi ingat lagu favo aku bang ,di dalam keramaian akumasih merasa sepi sendiri memikirkan kamu, tapi nggaknyambungdengan tulisan karena ini untuk orang yang jatuh cinta he he

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada juga hubungannya Bang Abd Kadir Rusdi. Seeorang yang mencintai karena Tuhannya akan menebarkan kebaikan dan manfaat untuk orang yang dicintai. Dalam agama sering disebutkan kalimat "Aku mencintaimu karena Allah."
      Dan "jatuh cinta" juga anugerah Tuhan yang menghidupkan hari-hari manusia. Salam Olahraga!

      Hapus
  4. Saya pun juga pernah merasakannya. Sepi dalam keramaian. Biasanya karena lupa, bahwa hidup ini ada Tuhan. Terlalu berkeluh-kesah, yang membuat hati tipis imannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup...betul Sobat. Biasanya jika kita mengalami hal ini kemudian kita terus melupakan Tuhan, maka biasanya akan menyebabkan depresi dan frustasi yang mendalam.

      Hapus

Arsip Blog - Lihat Artikel Lainnya