Cara Mengatasi Dampak Negatif Cacing Parasit Ikan Makarel - Jika Terlanjur Dikonsumsi

19.05

DITARIKNYA 27 MERK IKAN MAKAREL KEMASAN KALENG OLEH BPOM RI

Salam sukses dan mulai!. Sobat netizen sekalian yang selalu bersyukur dan berbahagia, berita tentang ditariknya 27 merk makanan ikan makarel kemasan kaleng oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI membuat heboh dan kekhawatiran masyarakat.

Terutama bagi mereka yang hobi mengkonsumsi ikan kemasan yang berasal dari perairan / laut dalam tersebut.

Dampak negatif yang akan dialami para penikmat ikan makarel pun terbilang sangat fatal bagi kesehatan. Salah satu hal yang bisa terjadi adalah timbulnya gangguan pada organ pernapasan manusia.

Dan masih banyak dampak negatif lainnya yang tidak boleh diabaikan. Pemerintah melalui BPOM telah resmi menarik peredaran ikan makarel kemasan baik yang berasal dari hasil impor maupun yang diproduksi di dalam negeri.

SEMUA JENIS IKAN MENGANDUNG CACING PARASIT

Seperti yang ditayangkan pada program berita TransTV, pernyataan mengejutkan disampaikan oleh ahli gizi yang memberitahukan bahwa sebagian besar jenis ikan (terutama ikan laut) adalah mengandung cacing parasit.

Agar ikan laut tersebut aman untuk dikonsumsi harus melalui proses penangkapan yang benar, yakni pada perairan yang ikan-ikannya terbukti tidak mengandung banyak parasit.

Adanya kandungan cacing parasit pada 27 merk ikan makarel diakibatkan oleh proses produksi yang tidak benar. Dimana seharusnya dilakukan "sterilisasi" kandungan cacing parasit tersebut sebelum memasuki tahap pengolahan selanjutnya.

Pemerintah akan segera melakukan investigasi terhadap beberapa perusahaan ikan makarel lokal yang produknya terbukti mengandung cacing parasit.

Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan, jika Anda dan keluarga sudah terlanjur sering mengkonsumsi ikan makarel:

1. Ikan Makarel Berbeda Dengan Ikan Sarden. Anda Tetap Aman Mengkonsumsi Ikan Sarden.

Jenis ikan yang sudah mulai ditarik dari peredaran adalah ikan jenis makarel dan bukan ikan jenis sarden. Selama ini masyarakat banyak yang belum memahami bahwa ikan sarden berbeda dengan ikan makarel.

Ikan makarel menurut BPOM RI sebagian besar berasal bukan dari perairan Indonesia. Dan BPOM menyatakan bahwa ikan sarden adalah aman untuk dikonsumsi dengan syarat harus dimasak dengan suhu yang tinggi untuk menetralisir berbagai kandungan tidak sehat pada ikan hasil laut tersebut.

2. Perbanyak Asupan Protein Dalam Tubuh.

Hati merupakan organ vital manusia yang akan bertugas menetralisir racun-racun yang masuk ke dalam tubuh manusia, termasuk yang berasal dari ikan makarel yang ditarik dari peredaran diatas. 

Agar hati bisa menjalankan tugasnya dengan baik, maka hati membutuhkan asupan protein dalam jumlah yang cukup. Disarankan memenuhi asupan protein yang seimbang baik yang berasal dari protein nabati maupun hewani.

3. Perkuat Imunitas Tubuh.

Kondisi tubuh yang sehat akan memiliki sistem kekebalan otomatis yang dapat menetralisir segala macam racun dan zat berbahaya lainnya akibat terlanjur mengkonsumsi makanan berbahaya.

Makanan seperti wortel, tomat, dan brokoli sangat baik karena memiliki kandungan beta karotin yang tinggi yang dapat memperkuat kekebalan tubuh.

Anda juga dapat mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang mengandung anti oksidan tinggi seperti pada buah-buahan dan sayuran.

Dan yang paling penting adalah Anda harus memastikan bahwa kebutuhan gizi keluarga terpenuhi dengan selalu menyediakan makanan lezat nan sehat yang bergizi seimbang.

4. Segera Hubungi Dokter Apabila Dampak Negatif Makanan Ikan Makarel Sudah Tampak.

Cacing parasit pada ikan makarel jika masuk pada tubuh yang rendah tingkat imunitasnya akan memperlihatkan tanda-tanda khususnya. Tanda-tanda tersebut tentu berbeda tingkat keparahannya pada setiap orang.

Jika Anda merasa sering mengkonsumsi ikan makarel, kemudian Anda melihat adanya gangguan kulit, pernapasan, atau gejala seperti orang keracunan, maka segera pergi ke dokter agar gangguan tersebut tidak semakin parah.

Sehingga Anda dan keluarga segera mendapatkan pertolongan tepat dari dokter.


TETAP WASPADA DENGAN MAKANAN DALAM KEMASAN


Demikianlah artikel tentang cara mengatasi dampak negatif ikan makarel (terutama yang dilarang BPOM RI) jika sudah terlanjur dikonsumsi. Tetap waspada dengan makanan yang dikonsumsi anggota keluarga. Jika gemar mengkonsumsi makanan jenis tersebut tetaplah berpedoman pada 3C. Yakni:
  • CARILAH INFORMASI komplit tentang produk kemasan tersebut.
  • CERMATI KANDUNGAN GIZINYA.
  • CIUMLAH BAU MAKANAN tersebut, jika tercium aroma yang tidak wajar atau tidak seperti biasanya maka Anda berhak untuk tidak mengkonsumsi makanan tersebut meskipun sebagian besar anggota keluarga sangat menyukai makanan kemasan tersebut. Semoga bermanfaat dan salam olahraga!.

Gambar: tribunnews.com
Previous
Next Post »

10 komentar

  1. Kenapa baru sekarang ketauanya ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hemm...mungkin mereka sangat sibuk. Jadi melakukan sidaknya sesuai jadwal dan anggaran juga.

      Hapus
  2. bagaimana korban menempuh jalur hukum?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung kasusnya Sobat. Kalau tidak ada laporan dari warga ya tidak ada tindak lanjut. Karena memang efeknya bisa dalam waktu yang lama (jangka panjang).

      Hapus
  3. Wiih ngeri.. kirain ikan sarden Mz, kalo sarden pernah makan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sarden aman kok untuk dikonsumsi. Asalkan dua syarat utamanya terpenuhi. Pertama dimasak dengan suhu minimal 70 derajat, dan yang kedua memakan sarden tersebut harus ngajak-ajak saya gitu.

      Hapus
  4. Aduh ya allah serem bener liatnya, kemarin sih sempet makan sarden abc, semoga gada cacingnya... lagi hamil ini,, ya allah semoga aja dijauhkan dari makanan yang begini yaa..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Saya juga sempat makan sarden teh Vika. Yang diduga mengandung cacing parasit sebenarnya produk makarel. Terutama yang bahan baku ikannya dari perairan laut dalam yg tidak ada di Indonesia.

      Hapus
  5. Cacing makarel kalau dimasak suhu tinggi mati juga kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Sobat, syaratnya suhunya diatas 70 derajat celcius. Kalau dibawah 70 derajat celcius kemungkinan cacing parasit masih hidup tetap ada.

      Hapus

Artikel Populer Lainnya

Arsip Blog - Lihat Artikel Lainnya