Menumbuhkan Minat Baca Anak - Butuh Keteladanan Orang Tua

08.56
Salam sukses dan mulia!. Sobat netizen sekalian, sudah menjadi pengetahuan umum bahwa membaca buku merupakan hal baik yang memberikan banyak manfaat positif, terutama bagi anak-anak. Anak yang sejak kecil memiliki kebiasaan membaca buku, akan tumbuh menjadi generasi muda yang matang baik akal maupun mentalnya.

Membaca buku terbukti dapat menambah kosa kata suatu bahasa, memahami segala hal secara lebih mendalam, membentuk pola pikir atau merubahnya, mendapatkan berbagai alternatif pemecahan suatu masalah, meningkatkan imajinasi dan kreatifitas, membentuk pribadi yang santun dan matang, dan berbagai macam manfaat positif lainnya.

MINAT BACA ANAK BUTUH KETELADANAN ORANG TUA
Saya ingat betul sekitar 20 tahun yang lalu, waktu itu ayah saya selalu membawa sebuah koran lokal (Jawa Tengah) setiap pulang kerja. Ayah meletakkan koran tersebut diatas meja di ruangan keluarga, tempat dimana kami sekeluarga bercengkerama sambil menonton televisi.

Sore menjelang senja, ayah tampak asyik membaca koran sambil sesekali menikmati secangkir teh manis hangat hasil karya ibu. Kebiasaan ayah membaca koran menular dan mendarah daging pada diri saya. Saat ayah sedang mandi, maka saya gunakan untuk membuka lembar demi lembar koran dan membaca beberapa topik berita yang sesuai selera saya pada waktu itu.

Ayah memang tak pernah sekalipun menyuruh saya untuk membaca koran, tetapi keteladanan ayah telah terbukti sukses menjadikan anaknya menjadi insan Indonesia yang gemar membaca. Apalagi ayah juga dengan baik hati membeli sebuah majalah khusus untuk anak, sewaktu saya masih duduk di bangku Sekolah Dasar yang terbit sebulan sekali.

FAKTA ORANG TUA ZAMAN NOW
Saya selalu mengamati aktifitas apa saja yang dilakukan orang dewasa untuk mengisi waktu luang mereka saat menunggu antrian di beberapa kantor pelayanan publik. Ada yang sibuk mengobrol, ada yang sibuk bermain dengan gadget kesayangannya, ada yang tidur sambil duduk, dan Astaga!, saya jarang dan seringkali tidak pernah melihat ada orang dewasa yang memanfaatkannya untuk membaca koran atau buku.

Bukan hanya di tempat pelayanan publik saja, di tempat-tempat lainnya saya amati sebagian besar orang Indonesia lebih senang "ngerumpi" ketimbang membaca. Ini menjadi hal yang sangat memprihatinkan menurut saya. Bagaimana tidak?, disaat orang tua mengharapkan anak-anaknya untuk rajin belajar (gemar membaca), justru orang tua tidak memberikan teladan yang baik kepada anak-anaknya.

Yang lebih "menyedihkan" lagi adalah ketika melihat kenyataan bahwa sebagian besar orang tua zaman now tidak mau membelikan koran atau buku agar tersedia di rumah dan bisa dibaca oleh anak. Artinya bahwa kesadaran orang tua untuk mendorong agar anak-anak gemar membaca dan mencintai buku, saat ini hampir hilang ditelan perkembangan zaman.

Wahai para orang tua, sadarlah bahwa anak-anak kita adalah generasi penerus bangsa yang mesti diperhatikan "gizi otaknya", agar mereka mampu menjadi generasi "pemecah masalah", dan bukan menjadi generasi "pemicu masalah".

Jika Anda benar-benar menyayangi anak-anak, maka belikanlah mereka koran, majalah, atau buku. Dan Anda adalah orang pertama yang memberikan keteladanan sehingga minat baca anak semakin menggebu. Semoga bermanfaat dan salam sukses selalu.

Menumbuhkan Minat Baca Anak - Butuh Keteladanan Orang Tua,
Gambar: edupost.id
Previous
Next Post »

20 komentar

  1. Balasan
    1. Betul Sobat. Terima kasih sudah berkunjung.

      Hapus
  2. Buah kelapa jatuhnnya ga jauh dari pohonnya.
    Seperti anak akan mengikuti kebiasaan org tua, selain membelikan buku bacaan untuk anak, org tua juga harus bisa menjadi contoh agar anak anak mau membuka buku, ya walaupun pasti kita tahu, bahwa ank anak akan memilih gambarnya saja yg diliat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup bener Bang Irvan. Sekarang orang tua justru jarang memberi contoh yg baik kepada anak.

      Hapus
  3. Balasan
    1. Salam sukses selalu Sobat Timoti.

      Hapus
  4. Kirimin komik aja Mz atau novel tar tak baca 😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup..ntar tak kirimin novel-novel horor. Tapi wajib dibaca di tengah malem ya? Hehehe....

      Hapus
    2. Gak takut, Udah hafal ayat kursi 😂

      Hapus
    3. Hihihi...novel mah nggak "mempan" sama yang begituan...wkwkwkwk

      Hapus
  5. Nah karena ingin generasi saya nanti gemar membaca. Walau saat ini saya masih bujang, suka mengoleksi buku. Untuk diwariskan ke generasi saya nantinya. Cita-cita, ingin punya perpustakaan mini dirumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siip...lanjutkan Sobat. Semoga orang Indonesia makin gemar membaca buku. Agar kelak semua sumber daya alam Nusantara bisa kita kelola secara mandiri. Karena buku berisi sejuta pemecahan masalah dan sejuta cara untuk sukses. Itu impian yang sangat mulia dan bagus untuk diwujudkan. Salam Olahraga!

      Hapus
  6. Sekarang jarang yg baca buku dan koran. Yg sibuk dgn gedgetnya jg sering baca jg loh mas, karena lbh praktis dan informasi jg lbh beragam

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bang Idris, hanya saja media sosial kadang sering "menjebak" dan membuat pengguna gadget terlena dengan format informasi yang diposting. Saya merasakan bahwa membaca koran membuat "sistem otak" menjadi tertata lebih baik, otak terasa ringan. Kalau yang dibaca secara online itu buku atau majalah digital maka itu lebih bagus. Hanya perlu diantisipasi efek radiasi layar LCD dan juga gelombang elektromagnetik pada gadget.

      Hapus
  7. disekolah kami ada reading day bang guru yang memberi contoh terlebih dahulu membaca banyak buku

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagus itu Bang, memberikan teladan yang baik untuk anak-anak.

      Hapus
  8. memang orang Tua menjadi teladan utama bagi anaknya agar tumbuh minat bacanya.. orang tua juga harus aktif memberikan contoh dengan sering membuka buku, menceritakan asiknya membaca dan lain sebagainya... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Sobat, pengaruh kebiasaan orang tua membaca buku akan banyak diikuti anak. Karena saat anak-anak, apa yang anak pelajari adalah hal-hal yang terjadi dan ada di dalam rumah.

      Hapus
  9. Kalau kata ayah saya bilang gini katanya mas doddy.. Kalau kamu pengen anak kamu belajar dan kutu buku kaya kamu, ajakin dia serin2 baca di perpustakaan. Rubah pola main ke mall jalan2 dan belanja dengan menghampiri toko buku.. Bener juga itu mas doddy.. Saya aja dulu kaya gtu.. semoga anak aku juga gtu ya mas doddy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Iya teh Vika, saat sedang dalam kandungan anak juga bisa mulai diajarin membaca. Caranya ya si Ibu yang lagi hamil melakukannya sesering mungkin. Jangan lupa juga untuk dikenalkan dengan ayat-ayat Al-Qura'an supaya menjadi anak yang cerdas dan baik perilakunya.

      Hapus