Today's Diary - Oh, It's A Rainy Day

02.18
Senin, 05 Februari 2018. Awal pekan di minggu kedua bulan Februari ini kota Jakarta Utara sedang diguyur hujan deras. Hujan turun tak memandang waktu, mau pagi, siang, atau malam hari, jika Yang Maha Memberi Rezeki sudah berkehendak agar langit "menumpahkan" sebagian airnya, maka hujan akan turun sebagai rahmat untuk alam semesta. Pak Ustadz bilang, saat turun hujan adalah salah waktu yang mujarab untuk berdoa agar niat dan cita-cita kita dapat terkabul, Aamiin Yaa Mujiibu.

Setelah sepeda motor siap untuk diajak berangkat ke tempat kerja, maka saya langsung tancap gas menempuh perjalanan sekitar setengah jam dari Sukapura menuju Sungai Bambu, Jakarta Utara. Untuk menuju kelurahan Sungai Bambu, maka ada beberapa jalur yang bisa saya lewati untuk sampai dengan selamat ke tempat tujuan. Bisa via Semper atau Kelapa Gading.

Waiitt! Tunggu dulu, perlu Sobat sekalian ketahui bahwa jalur Kelapa Gading untuk saat ini adalah jalur yang tidak direkomendasikan untuk dilewati. Yah, pembangunan trek kereta jalur cepat sedang giat-giatnya digeber untuk mengejar target waktu agar pelaksanaan Asean Games 2018 ini bisa berjalan maksimal. Saya tentu akan sangat stres jika harus lewat Kelapa Gading atau Artha Gading. Kemacetan selalu terjadi setiap saat karena kawasan ini merupakan tempat tinggal orang-orang tajir di Jakarta Utara selain Sunter tentunya.

Wiper Pada Helm
Wiper Pada Helm, Gambar: SatipNglalu.com

Guyuran hujan yang lumayan menancap di wajah membuat saya harus menutup kaca helm, dan oh...saat-saat seperti ini saya selalu memikirkan dan merindukan sebuah stik yang dapat membersihkan kaca helm saat sudah "mblabur" ketutup air hujan. Alhasil pandangan mata akan terganggu. Jika harus membuka helm ya pasti mata saya akan merem melek seperti orang sedang menikmati bulan madu, hehehe. Oh...itu istilahnya "wiper", bukan stik lho! Yah, wiper mungil yang dapat bekerja otomatis di helm kesayangan.

Setelah searching di "mbah Google", saya dapati helm sepeda motor yang ada wipernya belum dijual bebas di Indonesia. Dan di negara asalnya bentuk helm yang memiliki wiper sangat besar dan kurang pas untuk orang Indonesia yang gemar buka helm saat melintasi jalanan yang tidak terpantau Pak Polantas. Wiper di helm sangat berguna, terutama untuk mencegah agar kita tak terjebak kubangan alias lubang di tengah jalan.

Alhamdulillah, saya masih punya sebuah "wiper" matic yang bisa bergerak kapan saja. Wiper ini bekerja berdasarkan sensor pada kedua mata saya, kemudian memerintahkan otak untuk menggerakkan jari telunjuk dan jari tengah. Sret...sret, dua sampai tiga sapuan sebagai bagian dari kombinasi dua jari nan apik sangat membantu menjernihkan kembali kaca helm.

Saat terjadi hujan dan kebetulan kita melintasi jalan yang banyak terdapat polisi tidur, ada satu fenomena yang terdengar merdu di telinga. Suara adu kekuatan antara kanvas rem dengan piringan cakram mengeluarkan alunan suara seperti adu kontes burung "Love Bird" untuk mendapatkan trophy dan uang tunai lima juta rupiah. Kemudia saat hujan turun deras-derasnya, kita juga tidak bisa membedakan mana lubang yang besar dan kecil. Saat tertutup air, lubang-lubang itu akan terlihat sama, alias sama-sama menjebak atau"menyesatkan". Jadi, Sobat semua yang kebetulan saban hari menggunakan sepeda motor, hati-hati saat berkendara pada waktu hujan. Dan don't forget untuk selalu mentaati peraturan lalu lintas ya, supaya perjalanan kita selamat dan berkah. Hemm...I must enjoy, it's a rainy day.
Previous
Next Post »

6 komentar

  1. helm sepeda motor yang ada wipernya, saya belum pernah ngeliat secara langsung nih ada orang pake jenis hel ini..
    mungkin belum terbiasa di kepalanya orang jawa,, #EH :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena wiper bergerak ke atas dan ke bawah, makanya susah memodifikasi alat tersebut. Dinamo yang bergerak otomatis seperti itu jarang digunakan pada peralatan elektronik ukuran kecil, sepengetahuan saya sih. Mohon koreksi jika tidak benar. Thanks for dropping by.

      Hapus
  2. iya
    kita harus hati-hati dalam berkendara apalagi ketika hujan turun. Gunakan helm dengan benar sampai klik baru boleh berangkat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Moodnya juga harus klik biar gak nubruk angkot saat ngeliat ada perempuan cantik yang lagi jalan di trotoar. Terima kasih sudah mampir Sobat. Good Luck!

      Hapus
  3. karena helm ber wiper belum masuk ke sini, semenTahun gunakan saja wiper matic yang super otomatis dan nggak perlu beli di toko helm atuh deh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe...betul sobat Mang lembu, terima kasih sudah berkunjung.

      Hapus

Komentar Pengunjung Blog