Selamat Jalan Simbah Kakung Saring Sudibyo

07.47
Sugeng Enjing Simbah Kakung....
Mbah....sini mari kita duduk di depan rumah,
sambil minum "wedang teh" atau secangkir kopi untuk sambut pagi yang berseri.....

Mbah...ini udud-nya disuled dulu,
biar angan-angan terbang ke masa yang lalu....

Mbah....ceritakan kepadaku,
saat engkau berjuang menyelamatkan diri dari kejaran kompeni,
bukankah "daun talas" itu yang "membantumu" bebas dari intaian maut???

Mbah...diminum dulu toh wedangnya,
di-emam dulu pisang gorengnya,
92 tahun berlalu begitu cepat,
bagaimana rasanya Mbah???
Awas sarungmu kena api ududmu.....!!!
[Puisi - Simbah Kakung]

Puisi diatas saya buat pada tanggal  06 Maret 2013 saat usia Simbah saya 92 tahun dan beliau pada tahun tersebut masih bisa ikut menjalankan ibadah Salat Sunah Idul Fitri dan Idul Adha. Simbah Kakung saya bernama Saring Sudibyo yang merupakan salah seorang pejuang veteran Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pada waktu Simbah berusia 85 tahun, saya sering mengantarkan Simbah ke Kantor POS Kota Purwokerto, Jawa Tengah, untuk mengambil uang pensiunan bulanan yang digunakan untuk membeli sembako dan berbagai kebutuhan pokok lainnya di Pasar Wage Purwokerto.

Selamat Jalan Simbah Kakung Saring Sudibyo
Selamat Jalan Simbah Kakung Saring Sudibyo

Simbah pernah bercerita tentang masa-masa genting saat ia dan teman-teman seperjuangan dikejar-kejar pasukan penjajah. Dengan berlindung dan menyelam dibawah daun talas yang ada di tengah persawahan Simbah berhasil selamat dari rentetan peluru yang bertubi-tubi ditembakkan ke arahnya. Ia menyaksikan beberapa temannya gugur sebagai pahlawan pejuang kemerdekaan RI. Simbah pada waktu itu merasa sangat bersyukur Allah swt. masih berkehendak simbah untuk melanjutkan perjuangan melawan penjajah.

Innalillaahi wainna ilaihi raji'uun, pada hari Sabtu, tanggal 16 Desember 2017 kemarin, simbah menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 09.30 WIB dalam usia 96 tahun, disaksikan oleh Ibu saya dan Paman saya di rumah duka Jalan Sanreja, Gerumbul Sidakangen, Desa Kebanggan, Kecamatan Sumbang - Kabupaten Banyumas. Pagi itu simbah tidak seperti biasanya tidak mau menghabiskan minuman susu hangat, dan hanya menghabiskan sepertiganya saja. Sebelum meninggal dunia, selama satu minggu simbah terbaring di kamar tidurnya.

Upacara Pemakaman Secara Militer
Upacara Pemakaman Secara Militer

Pemakaman simbah Saring Sudibyo dilaksanakan secara militer oleh beberapa Koramil setempat, Kodim, perangkat Desa Kebanggan, dan Kecamatan Sumbang. Acara pemakaman simbah diiringi suara tembakan kehormatan oleh personil TNI Angkatan Darat sejumlah sepuluh orang. Meskipun sempat diguyur hujan deras, namun para prajurit TNI ini dengan penuh dedikasi melaksanakan upacara pemakaman simbah.

Pemakaman Simbah Saring Sudibyo
Pemakaman Simbah Saring Sudibyo

Selamat Jalan Simbah Kakung Saring Sudibyo...
Semoga Allah swt. memberikan rahmat dan ampunan-Nya dan mendapatkan tempat terbaik disisi-Nya. Aamiin. Dan Insha Allah semangat juang, kedisiplinan dan kegigihanmu akan kami lanjutkan demi Nusantara tercinta ini.
Previous
Next Post »

4 komentar

  1. semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT

    BalasHapus
  2. nenek saya suka cerita mengenai jaman orde lama dulu.. ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mendengarkan cerita para simbah membuka banyak pengalaman dan rahasia penting untuk kehidupan.

      Hapus